Sunday, February 5, 2012

Powerlineblog.com Blog Yang Mengalahkan Televisi

PAGI 25 Maret 2002, John Hinderaker, 52 tahun, pengacara asal Minneapolis, membuat blog lewat laptop-nya sembari duduk di dapur. Posting pertamanya sederhana: "Blog ini untuk topik apa pun yang menarik bagiku." Di halaman, anak perempuannya yang berusia 13 tahun tengah bermain dengan seorang teman. Hinderaker bertanya, diberi nama apa blog barunya?
"Power Line," sahut teman anaknya. Jadilah blog itu beralamat di http://powerlineblog.com. Hinderaker lalu mengajak Scott W. Johnson, 51 tahun, sesama alumnus Sekolah Hukum Harvard, bergabung. Ia juga mengajak Paul Mirengoff, 53 tahun, temannya yang menjadi jaksa di Washington.

Blog konservatif Segala Isi

Isi Power Line sebenarnya tak berbeda dari blog lain. Ada komentar terhadap berita koran, pengalaman pribadi, hingga "curhat". Tapi, karena ketiga pengelolanya konservatif, maka isi Power Line pro-Republikan. Hinderaker, misalnya, pernah meminta rakyat Amerika memboikot The New York Times karena dianggap anti-Israel.

Hinderaker juga mengkritik Senator Kerry karena melebih-lebihkan kisah heroiknya semasa di Vietnam. Meski demikian, blog itu kini sangat populer. Buktinya, majalah Time menganugerahi Power Line penghargaan "Blog of The Year". Inilah untuk pertama kalinya kategori itu muncul dalam penghargaan tahunan Time.

Blog of The Year Versi Majalah TIMES

Menurut Time, mereka memunculkan "Blog of The Year" karena berubahnya peran blog. Sebelum 2004, blog hanya hobi, pengisi waktu luang. Tapi tahun ini, blog telah menjadi bagian dari arus besar media. "Dan Power Line-lah, dibandingkan blog lain, yang berhasil sampai ke titik tersebut," tulis Time.

Kebohongan Presiden Bush

Kisahnya bermula pada Rabu 8 September 2004, ketika Dan Rather, pembawa acara "60 Minutes II" di jaringan TV CBS mengklaim memiliki dokumen yang membuktikan bahwa Presiden Bush berbohong mengenai karier militernya di Air National Guard pada 1973. Dokumen itu ditandatangani mantan komandan Bush di Texas, Letnan Kolonel Jerry B. Killian, yang meninggal pada 1984.

Dalam memo bertanggal 1 Agustus 1972 itu tercantum rekomendasi Killian agar "Letnan George W. Bush dicabut izin terbangnya karena gagal lulus tes USAF (United States Air Force) dan tidak ikut tes fisik pilot". Siaran "60 Minutes II" itu kontan mengundang protes. Juru bicara Gedung Putih, Scott McClellan, menuduh CBS terlibat "kampanye Senator Kerry untuk menjatuhkan Bush". Scott mempertanyakan validitas dokumen Killian tersebut.

Sehari setelah acara "60 Minutes" itu, Scott menemukan e-mail-e-mail di Power Line yang meragukan dokumen CBS di Power Line. Salah satunya berisi link ke www.freerepublic.com, di mana blogger bernama Buckhead memberi "analisis" mengapa dokumen CBS itu palsu. Menurut Buckhead, berdasarkan teknologi mesin tik pada 1973, tidak ada font seperti di memo CBS.

Buckhead curiga, memo itu dibuat dengan program komputer seperti Microsoft Word. Tertarik oleh analisis Buckhead, Scott memberi komentar di bawah posting Buckhead, "Hey, siapa pun di sana, pembaca kami, ada yang punya informasi soal hal ini?" dan mengundang siapa pun untuk mem-posting ke Power Line.

Hasilnya, ketika memeriksa e-mail, Scott terkejut mendapati lebih dari 100 e-mail masuk meragukan keaslian dokumen Killian versi CBS. Esoknya, e-mail masuk lebih banyak lagi, 200-an e-mail. Beberapa bahkan berisi analisis teknis. Misalnya posting dari Andy Devlin, yang bekerja sebagai teknisi mesin tik IBM dari 1973 sampai 1982.

Menurut Andy, pada tahun-tahun itu, militer Amerika menggunakan mesin tik IBM Composer atau IBM Executive. Tidak satu pun bisa menghasilkan font seperti dokumen CBS. Ada pula Michelle Catalano, penulis aktif di blog militer --www.command-post.org, yang mengaku memiliki dokumen yang ditandatangani Killian. Dan itu berbeda dengan tanda tangan Killian di dokumen CBS.

Berbagai komentar di Power Line ini kemudian menyebar ke berbagai blog. Muncullah kemudian gelombang besar "investigasi" dunia blog terhadap kesasihan dokumen CBS. Di INDC Journal Blog --sebuah blog politik-- muncul keterangan penting ahli forensik dokumen internet, Dr. Philip Bouffard, perancang software forensik bernama Typewriter Typestyle Classification System.

Meski tak bisa memberi kesimpulan final, berdasar pemeriksaan awal, Bouffard "yakin lebih dari 90% bahwa dokumen versi CBS itu palsu". CBS pun melakukan investigasi mendalam lanjutan terhadap dokumen tersebut. Akhirnya, terbuktilah bahwa dokumen yang disiarkan luas oleh CBS itu cuma dokumen palsu.

Maka, 12 hari setelah penayangan "60 Minutes II", Dan Rather serta Presiden Berita CBS, Andrey Heyard, meminta maaf secara terbuka. CBS jelas terpukul. Dalam wawancara Washington Post, seorang reporter CBS dengan getir mengatakan bahwa para blogger, yang duduk memakai piyama di depan komputer, lebih bisa melakukan verifikasi daripada reporter yang terjun ke lapangan.

Followers